JAKARTA - Dalam sistem penyaluran bantuan sosial tahun 2026, istilah "Desil" menjadi indikator krusial yang menentukan kelayakan seseorang menerima bantuan dari pemerintah.
Desil merupakan pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraannya dalam basis data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Memahami cara mengecek angka desil secara mandiri sangat penting agar masyarakat dapat memastikan apakah data mereka sudah terinput dengan benar dan masuk dalam kategori prioritas penerima manfaat.
Pemerintah kini telah mempermudah akses informasi ini melalui platform digital, sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengantre di kantor dinas terkait hanya untuk mengetahui status kepesertaan bansos mereka.
Apa Itu Desil dalam Bansos dan Mengapa Penting?
Desil adalah pengelompokan persepuluhan dari total populasi yang diurutkan dari tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi. Dalam konteks bansos, pembagiannya biasanya adalah sebagai berikut:
Desil 1: Rumah tangga yang masuk dalam 10% kelompok paling tidak mampu (Sangat Miskin).
Desil 2: Rumah tangga dalam kelompok 11-20% terendah (Miskin).
Desil 3: Rumah tangga dalam kelompok 21-30% terendah (Hampir Miskin).
Desil 4: Rumah tangga dalam kelompok 31-40% terendah (Rentan Miskin).
Semakin rendah angka desil Anda, semakin besar peluang Anda untuk mendapatkan berbagai jenis bantuan sosial seperti PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai), hingga subsidi energi.
Langkah-Langkah Cek Desil Bansos Secara Online 2026
Untuk mengecek status desil dan kepesertaan bansos tahun 2026, Anda dapat mengikuti prosedur terbaru berikut melalui perangkat smartphone atau komputer:
Akses Situs Resmi Cek Bansos: Buka peramban (browser) dan kunjungi laman resmi Kementerian Sosial di cekbansos.kemensos.go.id.
Masukkan Data Wilayah: Pilih Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan sesuai dengan alamat yang tertera di KTP Anda.
Input Nama Sesuai KTP: Ketikkan nama lengkap Anda (Penerima Manfaat) dengan ejaan yang benar sesuai identitas resmi.
Verifikasi Kode Captcha: Masukkan kode huruf unik yang muncul di kotak verifikasi untuk memastikan Anda bukan robot.
Klik "Cari Data": Sistem akan memproses data Anda dan menampilkan tabel status kepesertaan.
Jika data Anda terdaftar, layar akan menampilkan informasi mengenai jenis bantuan yang diterima serta periode penyalurannya. Informasi mengenai desil biasanya tercantum dalam detail profil rumah tangga pada sistem DTKS yang dapat diakses oleh operator desa atau melalui aplikasi Cek Bansos (SIK-NG) yang bisa diunduh di Play Store.
Cara Memperbaiki Data Jika Tidak Terdaftar atau Desil Tidak Sesuai
Banyak warga yang mengeluhkan data mereka tidak muncul atau angka desil yang dianggap tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya. Jika hal ini terjadi, berikut adalah solusi yang dapat ditempuh:
Melalui Aplikasi Cek Bansos (Fitur Usul-Sanggah): Anda dapat mengunduh aplikasi resmi "Cek Bansos" milik Kemensos, melakukan registrasi akun menggunakan NIK dan KK, lalu menggunakan fitur "Daftar Usulan" jika ingin mendaftarkan diri, atau "Sanggah" jika melihat data orang mampu yang masuk dalam desil rendah.
Melalui Musyawarah Desa (Musdes): Datangi kantor desa atau kelurahan setempat untuk menanyakan data DTKS. Perubahan data desil atau usulan baru biasanya bermula dari hasil musyawarah desa yang kemudian diinput oleh operator SIKS-NG tingkat desa ke sistem pusat.
Tips Agar Data Bansos Tetap Akurat di Tahun 2026
Agar Anda tidak kehilangan hak atas bantuan sosial, pastikan data kependudukan Anda (NIK) sudah Padan atau Terintegrasi dengan data di Dukcapil. Ketidaksinkronan data antara KTP/KK dengan sistem perbankan atau sistem bansos seringkali menjadi penyebab utama bantuan tidak cair atau angka desil tidak terbaca oleh sistem.
Pengecekan secara berkala sangat disarankan, mengingat pemerintah sering melakukan pemutakhiran data (updating) setiap bulannya untuk memastikan bantuan tetap tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan.